Wednesday, February 4, 2026
HomeEdukasiInfo BeasiswaMagang Nasional 2026 Dibuka untuk 100 Ribu Lulusan Baru

Magang Nasional 2026 Dibuka untuk 100 Ribu Lulusan Baru

Jakarta (NSM) — Pemerintah menyiapkan kuota hingga 100 ribu peserta untuk mengikuti Program Magang Nasional yang akan kembali dibuka pada 2026. Program ini ditujukan bagi lulusan baru perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan kerja sekaligus menekan angka pengangguran terdidik.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pelaksanaan magang nasional direncanakan mulai pertengahan 2026. Pemerintah menilai skema pemagangan masih relevan untuk menjembatani dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan nyata industri dan sektor publik.

Menurut Teddy, program ini tidak hanya menawarkan pengalaman kerja awal, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengasah keterampilan praktis yang kerap belum sepenuhnya diperoleh di bangku kuliah. Melalui keterlibatan langsung di perusahaan maupun instansi pemerintah, peserta diharapkan memahami ritme kerja profesional sejak dini.

Program Magang Nasional dirancang agar peserta mendapatkan pendampingan dari mentor, pengalaman kerja langsung, serta menerima uang saku yang disesuaikan dengan upah minimum kabupaten/kota setempat. Skema tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan sekaligus kepastian dasar bagi peserta selama masa magang.

Sejalan dengan itu, Kementerian Ketenagakerjaan juga menargetkan penambahan minimal 100 ribu peserta magang pada semester pertama 2026. Peningkatan kuota ini didorong oleh bertambahnya mitra penyelenggara dari sektor swasta maupun lembaga pemerintah.

Pemerintah menilai pemagangan nasional semakin berperan sebagai instrumen strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing. Melalui perluasan kemitraan, kesempatan lulusan perguruan tinggi untuk terlibat dalam program ini diharapkan semakin terbuka.

Secara teknis, peserta Magang Nasional akan mengikuti kegiatan selama enam bulan. Selain uang saku, peserta juga mendapatkan perlindungan sosial berupa jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Fasilitas tersebut dipandang penting untuk memastikan keamanan dan keberlanjutan program.

Dengan skema yang terus disempurnakan, pemerintah berharap Program Magang Nasional dapat menjadi jalur transisi yang lebih efektif bagi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.

Advertisement
RELATED ARTICLES
- Advertisement -

Most Popular

- Advertisement -