Thursday, April 3, 2025
HomeInternasionalTimur Tengah & AfrikaHamas Bebaskan 4 Tentara Wanita Israel, Israel: ini Ajang Propaganda Hamas

Hamas Bebaskan 4 Tentara Wanita Israel, Israel: ini Ajang Propaganda Hamas

Views: 0

Empat tentara wanita Israel akhirnya dibebaskan oleh Hamas pada Sabtu (25/1/2025) sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata yang sedang berlangsung di Gaza. Namun, langkah ini dianggap sebagai “propaganda” oleh pihak militer Israel. Daniel Hagari, juru bicara militer Israel, menegaskan bahwa misi mereka belum selesai hingga seluruh warga Israel yang ditahan dapat kembali ke tanah air.

Momen pembebasan ini berlangsung di Lapangan Palestina, Kota Gaza. Para tentara, yang mengenakan seragam militer Israel, tampak tersenyum dan melambaikan tangan di atas panggung sebelum diserahkan kepada perwakilan Komite Internasional Palang Merah (ICRC). Setelah serah terima selesai, keempat tentara tersebut langsung diperiksa oleh dokter militer Israel yang memastikan kondisi fisik mereka baik-baik saja tanpa memerlukan intervensi medis khusus.

Kerumunan ribuan warga Palestina memadati Lapangan Palestina untuk menyaksikan momen ini, termasuk para pejuang Hamas dari Brigade Al-Qassam. Keempat tentara tersebut adalah Liri Albag (19), Daniella Gilboa (20), Karina Ariev (20), dan Naama Levy (20), yang semuanya berasal dari unit pengawasan militer di pangkalan Nahal Oz.

Pembebasan ini merupakan bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan yang lebih besar. Sebagai gantinya, Israel dijadwalkan membebaskan 200 tahanan Palestina. Kesepakatan ini terjadi di tengah gencatan senjata tiga tahap yang telah disepakati sejak 19 Januari lalu, menghentikan konflik yang sebelumnya menewaskan lebih dari 47.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 111.000 lainnya sejak Oktober 2023.

Selain menjadi langkah menuju ketenangan sementara, gencatan senjata ini diharapkan dapat mengarah pada perdamaian permanen dan penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza. Namun, jalan menuju perdamaian masih panjang, mengingat dampak dahsyat dari perang yang memakan begitu banyak korban, termasuk lansia dan anak-anak, serta menyebabkan ribuan orang hilang.

Sementara itu, pengadilan internasional terus mengawasi situasi ini. Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang. Selain itu, Israel juga menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional.

Ad

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

Comments are closed.

Ad

- Advertisment -

Most Popular