Friday, February 6, 2026
HomeInternasionalEropaArab Saudi dan Turki Jajaki Investasi Bersama Jet Tempur Kaan

Arab Saudi dan Turki Jajaki Investasi Bersama Jet Tempur Kaan

Rencana kerja sama pertahanan Turki dan Arab Saudi memasuki babak baru dengan penjajakan investasi bersama dalam proyek jet tempur generasi kelima Kaan. Di tengah dinamika geopolitik dan keterbatasan akses teknologi Barat, Ankara membuka ruang kemitraan strategis guna menjaga keberlanjutan program andalannya.

Jakarta (NIM), Arab Saudi dan Turki tengah mempertimbangkan investasi bersama dalam program pengembangan jet tempur generasi kelima Kaan. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan keputusan terkait rencana tersebut berpeluang diambil dalam waktu dekat, seiring penguatan kerja sama pertahanan kedua negara.

Pernyataan itu disampaikan Erdogan kepada wartawan saat perjalanan kembali ke Turki, usai rangkaian kunjungan kenegaraan ke Mesir dan Arab Saudi. Ia menyebut Ankara dan Riyadh telah menandatangani sejumlah kesepakatan penting di sektor industri pertahanan, dan berkomitmen untuk memperdalam kemitraan tersebut.

“Selain itu, kami juga sedang mempertimbangkan investasi bersama dengan Arab Saudi. Investasi pada proyek Kaan ini bisa terealisasi kapan saja,” kata Erdogan, menggambarkan kesiapan politik kedua pihak untuk melangkah lebih jauh.

Turki mulai mengembangkan pesawat tempur generasi kelima sejak 2010. Program ini kemudian dipercepat setelah Ankara dikeluarkan dari proyek jet tempur F-35 yang dipimpin Amerika Serikat pada 2019, menyusul pembelian sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia. Keputusan tersebut juga berujung pada sanksi dari Kongres AS, yang berdampak pada akses Turki terhadap sejumlah komponen pertahanan.

Di tengah tantangan itu, proyek Kaan dikenal sebagai program berbiaya sangat besar. Kondisi tersebut mendorong Turki membuka peluang kerja sama internasional, baik dalam bentuk investasi maupun kemitraan produksi, guna menjaga kesinambungan pengembangan pesawat tempur tersebut.

Ankara Tempatkan F-16 di Mogadishu, Investasi Energi dan Keamanan Somalia Menguat

Minat terhadap Kaan tidak hanya datang dari Arab Saudi. Pada Juni lalu, Indonesia menandatangani kesepakatan pembelian 48 unit jet tempur Kaan dengan nilai lebih dari 10 miliar dolar AS. Perjanjian berdurasi 10 tahun itu juga mencakup skema produksi bersama sejumlah komponen pesawat di Indonesia, menandai keterlibatan Jakarta dalam rantai industri pertahanan Turki.

Sejumlah negara lain, seperti Qatar dan Azerbaijan, juga telah menyatakan ketertarikan terhadap pesawat tempur tersebut. Kaan sendiri menjalani penerbangan perdana pada Februari 2024 dengan menggunakan dua mesin General Electric F110-GE-129, mesin yang sama dengan yang digunakan pada jet tempur F-16 Turki. Di saat bersamaan, Turkish Aerospace Industries (TAI) terus mengembangkan mesin buatan dalam negeri untuk pesawat ini.

TAI menargetkan pengiriman unit pertama Kaan kepada Angkatan Udara Turki pada akhir 2028. Namun, sebagian pengamat menilai jadwal tersebut berpotensi mundur hingga 2030. Untuk tahap awal, 10 unit Kaan Blok 1 direncanakan dikirim secara bertahap antara 2030 hingga 2033.

SourceMEE
Advertisement
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisement -