Wednesday, February 4, 2026
HomeHealth & FitnessTak Hanya Orang Tua, GERD Mengintai Usia Muda Akibat Pola Makan dan...

Tak Hanya Orang Tua, GERD Mengintai Usia Muda Akibat Pola Makan dan Gaya Hidup

GERD dan Gaya Hidup Modern, Gangguan Pencernaan yang Kian Mengintai Anak Muda

Jakarta (NSM), Pola makan dan gaya hidup sehari-hari memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Ketika keduanya dijalani tanpa keseimbangan, tubuh menjadi lebih rentan mengalami berbagai gangguan, salah satunya penyakit refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

Dalam beberapa tahun terakhir, GERD tidak lagi identik dengan kelompok usia lanjut. Perubahan kebiasaan makan, jam istirahat yang tidak teratur, serta konsumsi makanan dan minuman tertentu membuat gangguan ini semakin sering dijumpai pada usia produktif.

Mengenal GERD Lebih Dekat

GERD merupakan gangguan pencernaan kronis yang terjadi ketika asam lambung atau isi perut naik kembali ke kerongkongan. Kondisi ini memicu rasa panas atau terbakar di dada yang kerap disalahartikan sebagai keluhan maag biasa.

Naiknya asam lambung sebenarnya merupakan proses yang dapat terjadi sesekali pada orang sehat. Namun, bila kondisi tersebut berlangsung berulang dan menetap, lapisan dinding kerongkongan berisiko mengalami iritasi hingga kerusakan. GERD umumnya ditegakkan ketika gejala muncul sedikitnya dua kali dalam sepekan atau sudah mengganggu aktivitas harian.

Salah satu ciri yang sering membedakan GERD dari gangguan pencernaan lain adalah munculnya rasa asam atau pahit di mulut akibat refluks isi lambung.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Keluhan GERD dapat berbeda pada setiap orang. Meski demikian, terdapat sejumlah gejala yang paling sering dialami, antara lain:

  • Rasa asam atau pahit di mulut akibat naiknya cairan lambung

  • Sensasi panas atau terbakar di belakang tulang dada yang dapat menjalar ke tenggorokan

  • Nyeri atau tidak nyaman di perut bagian atas

  • Mual dan muntah, terutama setelah makan atau di pagi hari

  • Sensasi mengganjal di tenggorokan

  • Kesulitan menelan

  • Batuk kronis, khususnya pada malam hari

  • Produksi air liur berlebih

Karena gejalanya menyerupai gangguan lambung lainnya, tidak sedikit penderita yang baru menyadari mengalami GERD setelah keluhan berlangsung cukup lama.

Penyebab Terjadinya GERD

GERD berkaitan erat dengan gangguan fungsi otot sfingter esofagus bagian bawah (lower esophageal sphincter/LES). Otot ini berperan sebagai katup yang membuka saat makanan masuk ke lambung dan menutup kembali untuk mencegah isi lambung naik ke kerongkongan.

Pada penderita GERD, LES sering kali melemah atau mengendur di waktu yang tidak semestinya. Akibatnya, asam lambung lebih mudah mengalir balik dan menimbulkan iritasi.

Sejumlah faktor diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya GERD, di antaranya:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas

  • Kehamilan

  • Hernia hiatal

  • Kebiasaan merokok

  • Langsung berbaring setelah makan

  • Pola makan tidak teratur atau sering melewatkan waktu makan

  • Konsumsi makanan dalam porsi besar

  • Makanan berlemak, pedas, asam, serta minuman berkafein

  • Konsumsi alkohol berlebihan

Tak Lagi Didominasi Usia Lanjut

Meski kerap dianggap sebagai penyakit orang tua, GERD kini semakin sering ditemukan pada kelompok usia muda. Pola makan cepat saji, konsumsi minuman berkafein tinggi, kebiasaan begadang, serta tekanan aktivitas harian dinilai berperan besar dalam meningkatnya kasus refluks asam di usia remaja dan dewasa muda.

Tanpa disadari, kebiasaan tersebut perlahan mengganggu ritme kerja lambung dan memperburuk fungsi pencernaan jika dibiarkan berlangsung lama.

Langkah Mencegah GERD Kambuh

Pencegahan GERD sangat bergantung pada perubahan gaya hidup. Pola makan menjadi aspek utama yang perlu diperbaiki, mulai dari makan secara teratur, tidak terburu-buru, dan menghindari porsi berlebihan. Disarankan pula untuk memberi jeda waktu dua hingga tiga jam antara makan dan tidur.

Menghindari makanan pemicu asam lambung, menghentikan kebiasaan merokok, serta membatasi konsumsi kafein dan alkohol dapat membantu meredakan keluhan. Di samping itu, pengobatan yang direkomendasikan tenaga medis dapat digunakan untuk menurunkan produksi atau menetralkan asam lambung, terutama pada kasus yang sudah mengganggu kualitas hidup.

Advertisement
RELATED ARTICLES
- Advertisement -

Most Popular

- Advertisement -