Friday, April 4, 2025
HomeInternasionalAmerika-KanadaKevin O’Leary dari Shark Tank dalam Kesepakatan untuk Membeli TikTok

Kevin O’Leary dari Shark Tank dalam Kesepakatan untuk Membeli TikTok

Kevin O’Leary dari Shark Tank Mengatakan Dia Mendekati Kesepakatan untuk Membeli TikTok

Views: 0

(Newsindomedia) — Pengusaha terkenal dan investor dari acara Shark Tank, Kevin O’Leary, baru-baru ini mengungkapkan rencananya untuk mengakuisisi TikTok, platform media sosial yang saat ini berada di bawah ancaman larangan di Amerika Serikat. Dalam wawancara yang berlangsung di Fox News pada 6 Januari, O’Leary mengungkapkan komitmennya untuk membeli TikTok guna melindungi privasi lebih dari 170 juta pengguna Amerika yang bergantung pada aplikasi tersebut.

Menurut O’Leary, akuisisi ini bukan sekadar tentang membeli aset TikTok, tetapi lebih pada sebuah langkah strategis untuk menjaga agar platform tersebut tetap bisa diakses oleh pengguna di Amerika Serikat. Ia juga menyebutkan bahwa keberhasilan transaksi ini membutuhkan dukungan dari Presiden terpilih, Donald Trump, yang diharapkan bisa membantu mempercepat proses kesepakatan.

“Kesepakatan ini akan melibatkan banyak pihak, termasuk dukungan dari pemerintah. Kami berharap Presiden Trump dan tim kabinetnya dapat bekerja sama dengan kami untuk memastikan kesepakatan ini bisa segera terlaksana,” ujar O’Leary, seperti yang dilaporkan The Wrap.

O’Leary juga mengumumkan bahwa ia akan bermitra dengan Frank McCourt, mantan pemilik tim baseball Los Angeles Dodgers, dalam upayanya untuk membeli TikTok. Dalam sebuah unggahan di X (sebelumnya Twitter), O’Leary menyatakan bahwa ia sangat antusias dengan kesempatan ini, karena visi mereka untuk platform TikTok yang lebih aman dan ramah pengguna sangat sejalan.

“Ini bukan hanya tentang membeli TikTok di AS. Ini tentang melindungi privasi 170 juta pengguna Amerika. Kami ingin memberdayakan para kreator dan bisnis kecil, dan yang terpenting, kami ingin menciptakan platform yang memprioritaskan pengguna, bukan algoritma,” tulis O’Leary dalam cuitannya.

TikTok, yang saat ini dimiliki oleh perusahaan teknologi asal China, ByteDance, menghadapi potensi larangan oleh pemerintah Amerika Serikat karena kekhawatiran akan pengawasan terhadap data pengguna yang bisa disalahgunakan oleh pihak pemerintah Tiongkok. Dengan adanya rencana akuisisi ini, O’Leary dan McCourt berharap dapat menyelamatkan TikTok dari kemungkinan penghapusan dari toko aplikasi Apple dan Google, serta memastikan bahwa platform tersebut tetap menjadi bagian dari ekosistem digital di AS.

McCourt menambahkan, “Visi kami untuk menciptakan TikTok yang lebih aman, berfokus pada privasi pengguna, dan bisa dipercaya oleh masyarakat sangat sejalan dengan tujuan kami. Kami yakin, bersama ribuan pendukung, kami dapat membangun TikTok yang lebih baik dan lebih aman.”

Dengan batas waktu untuk menjual TikTok yang semakin dekat, yaitu pada 19 Januari mendatang, O’Leary dan McCourt berharap dapat mewujudkan kesepakatan ini dalam waktu yang sangat terbatas. Dalam kesepakatan ini, mereka berkomitmen untuk menjaga agar TikTok tetap menjadi platform yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memberikan perlindungan privasi yang lebih baik bagi penggunanya.

Kesimpulan Kevin O’Leary menunjukkan komitmennya untuk mengakuisisi TikTok dengan tujuan utama melindungi privasi penggunanya dan memastikan aplikasi tersebut tetap tersedia di Amerika Serikat. Bersama dengan Frank McCourt, ia berharap untuk menciptakan sebuah platform TikTok yang lebih aman dan ramah bagi para pengguna. Dukungannya dari pihak pemerintah, terutama dari Presiden Donald Trump, diharapkan bisa mempercepat proses akuisisi yang tinggal menyisakan waktu sangat singkat.

Sourcepeople

Ad

RELATED ARTICLES

Ad

- Advertisment -

Most Popular