Wednesday, February 4, 2026
HomeNewsInternasionalIsrael–AS Bahas Perjanjian Keamanan Jangka Panjang Pengganti MoU 2016

Israel–AS Bahas Perjanjian Keamanan Jangka Panjang Pengganti MoU 2016

Israel tengah mempersiapkan pembahasan dengan pemerintah Amerika Serikat terkait rencana kesepakatan keamanan baru berdurasi 10 tahun. Perjanjian ini dirancang untuk menggantikan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) militer yang saat ini masih berlaku hingga 2028.

Dalam laporan yang beredar, kesepakatan baru tersebut tidak lagi berfokus pada bantuan finansial langsung dalam jumlah besar. Sebaliknya, kerja sama keamanan akan diarahkan pada pengembangan senjata bersama, kolaborasi teknologi pertahanan, serta kemitraan strategis jangka panjang.

Pemerintah Israel juga disebut ingin secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap bantuan militer tunai dari Amerika Serikat. Langkah ini dinilai sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Israel serta meningkatnya kapasitas industri pertahanan dalam negeri.

Nota kesepahaman Israel–AS yang ditandatangani pada 2016 mencakup komitmen bantuan militer senilai 38 miliar dolar AS untuk periode 2019–2028. Dana tersebut digunakan, antara lain, untuk pengadaan sistem persenjataan dan pengembangan pertahanan rudal.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan harapan agar ketergantungan terhadap bantuan militer AS dapat dikurangi dalam satu dekade ke depan. Pemerintah Israel menilai penguatan industri pertahanan domestik menjadi faktor utama dalam strategi tersebut.

Dalam kesepakatan yang masih berjalan, Amerika Serikat juga mengalokasikan dana tahunan untuk proyek militer bersama, termasuk pengembangan sistem pertahanan udara seperti Iron Dome dan David’s Sling. Sistem ini digunakan untuk menghadapi ancaman roket, rudal, dan drone.

Selain bantuan yang tercantum dalam MoU, dukungan militer AS terhadap Israel juga mencakup kehadiran aset pertahanan strategis di kawasan Timur Tengah. Nilai dukungan ini kerap disebut melebihi angka bantuan formal yang tercantum dalam perjanjian.

Sejak meningkatnya konflik di Jalur Gaza, pemerintah AS juga memberikan tambahan pendanaan miliaran dolar untuk mendukung kebutuhan militer Israel, termasuk pengisian ulang persediaan amunisi. Bantuan tersebut memicu perhatian luas di tengah meningkatnya kritik internasional terhadap operasi militer Israel.

Di sisi lain, ekspor militer Israel menunjukkan tren peningkatan. Penjualan teknologi pertahanan ke luar negeri dilaporkan mengalami pertumbuhan signifikan dalam setahun terakhir, ditopang kontrak pembelian sistem pertahanan berlapis dari sejumlah negara.

Namun, rencana pembaruan kesepakatan keamanan ini berlangsung di tengah situasi kemanusiaan yang memburuk di Gaza. Operasi militer Israel sejak Oktober 2023 telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar serta kerusakan infrastruktur sipil. Blokade yang diberlakukan juga berdampak pada krisis pangan dan kesehatan.

Tekanan internasional terhadap Israel semakin meningkat, terutama setelah Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap sejumlah pejabat senior Israel atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Meski kecaman global terus disuarakan, langkah konkret untuk akuntabilitas masih dinilai terbatas.

Perundingan kesepakatan keamanan baru antara Israel dan Amerika Serikat pun menjadi bagian dari dinamika geopolitik yang lebih luas, dengan implikasi strategis, militer, dan kemanusiaan yang saling terkait.

SourcePC
Advertisement
RELATED ARTICLES
- Advertisement -

Most Popular

- Advertisement -