Wednesday, February 4, 2026
HomeEkonomiBisnis & KeuanganIHSG Anjlok dan Kena Trading Halt, Menkeu Imbau Investor Masuk Saham Blue...

IHSG Anjlok dan Kena Trading Halt, Menkeu Imbau Investor Masuk Saham Blue Chip

Jakarta (NSM) — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau investor pasar modal untuk tetap tenang menyikapi anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang memicu pembekuan perdagangan sementara atau trading halt. Ia menyarankan investor mengalihkan perhatian ke saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip yang dinilai memiliki fundamental keuangan lebih stabil.

Pada perdagangan Kamis (29/1/2026), IHSG tercatat turun hingga 8 persen. Penurunan tajam tersebut membuat PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan trading halt guna meredam kepanikan pasar.

“Yang besar-besar kan masih ada, saham-saham blue chip. Kenaikannya juga belum terlalu tinggi. Kalau merasa khawatir, bisa masuk ke sana,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Kamis.

Selain menenangkan investor, Purbaya juga menyinggung pentingnya membersihkan pasar dari saham-saham dengan pergerakan harga yang tidak wajar atau yang kerap disebut saham gorengan. Menurutnya, pasar modal yang sehat perlu ditopang oleh transparansi dan kualitas emiten.

Ia menilai pelemahan IHSG lebih bersifat reaksi sesaat terhadap isu eksternal, khususnya kekhawatiran pasar atas potensi penurunan status bursa Indonesia ke kategori frontier market.

Isu tersebut mencuat setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) memutuskan membekukan sementara penyesuaian bobot (rebalancing) saham unggulan Indonesia dalam indeks global mereka. Kebijakan itu diambil seiring peninjauan ulang terhadap ketentuan free float, yakni jumlah saham yang benar-benar beredar di publik di pasar modal Indonesia.

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional masih solid. Ia optimistis gejolak yang terjadi di pasar saham tidak akan berlangsung lama.

“Fundamen ekonomi dan fiskal kita masih kuat. Efek kejut seperti ini biasanya hanya sementara, mungkin dua sampai tiga hari,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Co-Founder PasarDana sekaligus praktisi pasar modal, Hans Kwee. Ia menilai kondisi pasar saat ini justru membuka peluang bagi investor untuk mengakumulasi saham-saham berkapitalisasi besar yang terkoreksi akibat kepanikan.

“Kita bisa mulai akumulasi saham big caps dan blue chip yang turun dalam karena sentimen jangka pendek,” ujarnya.

Hans juga menyoroti perlunya pembenahan regulasi di pasar modal, terutama terkait keterbukaan informasi. Ia menilai transparansi kepemilikan saham, termasuk bagi pemegang saham dengan porsi di bawah 5 persen, penting untuk menekan potensi manipulasi harga.

Perdagangan IHSG tercatat mengalami trading halt selama dua hari berturut-turut. Pada Rabu (28/1), BEI lebih dulu membekukan perdagangan setelah indeks jatuh 8 persen. Pembekuan kembali terjadi pada Kamis (29/1/2026) pukul 09.26 WIB berdasarkan sistem Jakarta Automated Trading System (JATS).

Advertisement
RELATED ARTICLES
- Advertisement -

Most Popular

- Advertisement -