Wednesday, February 4, 2026
HomeLifestyleBeauty & CareMusim Hujan dan Tantangan Merawat Pakaian Agar Tetap Segar

Musim Hujan dan Tantangan Merawat Pakaian Agar Tetap Segar

Musim hujan kerap membawa dampak kecil yang terasa nyata dalam rutinitas harian, salah satunya soal perawatan pakaian. Curah hujan yang tinggi dan udara lembap sering membuat proses mencuci dan menjemur tidak berjalan optimal. Akibatnya, pakaian membutuhkan waktu lebih lama untuk kering dan berisiko menimbulkan bau apek.

Aroma tidak sedap pada pakaian umumnya muncul karena kombinasi kelembapan tinggi dan pengeringan yang kurang maksimal. Kondisi tersebut menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang di serat kain. Jika dibiarkan, bau apek bisa menetap meski pakaian sudah dicuci ulang.

Untuk mencegah masalah ini, diperlukan langkah-langkah sederhana namun konsisten agar pakaian tetap segar selama musim hujan. Berikut sejumlah cara yang dapat diterapkan dalam keseharian.

1. Jangan Menunda Menjemur Pakaian

Pakaian yang baru selesai dicuci sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama dalam kondisi basah. Menumpuk cucian tanpa sirkulasi udara justru mempercepat pertumbuhan bakteri penyebab bau apek.

Idealnya, pakaian segera dijemur dalam waktu satu hingga dua jam setelah dicuci. Jika belum memungkinkan, pindahkan cucian ke keranjang berlubang agar kain tetap terbuka dan tidak terjebak dalam kelembapan.

2. Manfaatkan Ruangan dengan Sirkulasi Udara Baik

Hujan yang turun sepanjang hari bukan berarti proses menjemur harus terhenti. Menjemur pakaian di dalam ruangan bisa menjadi alternatif, selama sirkulasi udara memadai.

Ruangan dengan jendela atau ventilasi yang menghadap ke luar akan membantu mengalirkan udara segar. Membuka pintu dan jendela secara berkala dapat menurunkan tingkat kelembapan sekaligus mempercepat proses pengeringan.

3. Gunakan Alat Bantu Pengering Secara Bijak

Untuk mempercepat pengeringan, sejumlah peralatan rumah tangga dapat dimanfaatkan. Kipas angin, pendingin ruangan, hingga alat penurun kelembapan mampu membantu memperlancar sirkulasi udara di sekitar jemuran.

Kipas angin sebaiknya diarahkan langsung ke pakaian dengan kecepatan sedang agar air pada serat kain lebih cepat menguap. Pendingin ruangan juga dapat digunakan karena udara kering yang dihasilkan membantu mempercepat proses kering. Sementara itu, pengering rambut dapat menjadi solusi praktis untuk pakaian yang perlu segera digunakan, dengan catatan pengaturan suhu tidak terlalu panas.

4. Atur Jarak Jemuran dan Gunakan Hanger

Saat menjemur di musim hujan, jarak antar pakaian menjadi hal yang kerap diabaikan. Padahal, memberi ruang sekitar 5 hingga 10 sentimeter antar jemuran memungkinkan udara mengalir lebih lancar di sela-sela kain.

Penggunaan hanger juga dianjurkan karena membuat pakaian tergantung bebas tanpa lipatan. Dengan begitu, proses pengeringan berlangsung lebih merata dan risiko bau apek dapat ditekan.

5. Tambahkan Soda Kue atau Cuka Putih Saat Mencuci

Bahan dapur seperti soda kue dan cuka putih dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatasi bau apek. Soda kue dikenal sebagai penyerap bau alami dan dapat ditambahkan bersama deterjen saat mencuci.

Cuka putih, di sisi lain, efektif membantu menekan pertumbuhan bakteri penyebab bau. Cukup tambahkan sedikit pada bilasan terakhir. Aroma khas cuka akan menghilang setelah pakaian benar-benar kering.

6. Rendam Ulang Pakaian yang Kehujanan

Jika pakaian terlanjur basah karena kehujanan saat dijemur, mencuci ulang menjadi langkah yang lebih aman. Perendaman menggunakan air hangat yang dicampur dua hingga tiga sendok makan garam dapat membantu mengurangi bau apek.

Rendam pakaian selama sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum dicuci kembali. Garam memiliki sifat antibakteri alami yang membantu menjaga kain tetap segar.


Dengan perawatan yang tepat, pakaian tetap bisa terjaga kesegarannya meski musim hujan berlangsung lama. Kunci utamanya terletak pada pengelolaan kelembapan, sirkulasi udara, serta kebiasaan menjemur yang lebih disiplin.

Advertisement
RELATED ARTICLES
- Advertisement -

Most Popular

- Advertisement -