Wednesday, February 4, 2026
HomeInternasionalAmerika-KanadaCIA Tawarkan Pensiun Massal untuk Staf, Terkait Dengan Kebijakan Trump

CIA Tawarkan Pensiun Massal untuk Staf, Terkait Dengan Kebijakan Trump

Langkah Besar dalam Reformasi CIA

Langkah mengejutkan datang dari Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA), yang baru-baru ini menawarkan program pengunduran diri massal bagi stafnya. Kebijakan ini disebut sebagai upaya menyesuaikan diri dengan visi Direktur CIA yang baru, John Ratcliffe, yang merupakan pilihan Presiden AS, Donald Trump.

Perampingan Birokrasi dan Pembekuan Perekrutan

Menurut laporan The Wall Street Journal, program ini menawarkan pesangon kepada seluruh tenaga kerja CIA sebagai bagian dari strategi perampingan birokrasi yang digagas pemerintahan Trump. Langkah tersebut menjadikan CIA sebagai badan intelijen pertama yang ikut serta dalam skema pengurangan sukarela bagi pegawai federal, yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan memangkas anggaran.

Seorang ajudan Direktur CIA yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa lembaga ini juga membekukan perekrutan bagi calon pegawai yang sebelumnya telah menerima tawaran bersyarat. Bahkan, beberapa di antaranya kemungkinan besar akan dibatalkan jika kandidat tidak memenuhi kriteria yang selaras dengan misi baru CIA.

“Prioritas kami sekarang adalah menargetkan kartel narkoba, menghadapi perang dagang Trump, dan melemahkan dominasi China di panggung global,” ujar sumber tersebut kepada The Wall Street Journal.

Reformasi Trump yang Mengguncang Birokrasi

Reformasi besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintahan Trump telah mengguncang berbagai institusi di AS, termasuk birokrasi intelijen. Kebijakan CIA ini muncul hanya beberapa jam setelah Trump mengumumkan rencana strategisnya terkait kebijakan luar negeri yang lebih agresif.

Laporan mengenai kebijakan ini tidak hanya muncul di The Wall Street Journal. Reuters juga mengonfirmasi bahwa CIA menawarkan program pesangon kepada para pegawainya demi menyesuaikan badan intelijen tersebut dengan prioritas nasional yang baru. Dalam pernyataan resminya, juru bicara CIA menegaskan bahwa Direktur Ratcliffe ingin memastikan tenaga kerja CIA lebih responsif terhadap kebutuhan keamanan nasional di bawah pemerintahan Trump.

“Direktur Ratcliffe bergerak cepat untuk menyelaraskan kembali struktur CIA. Ini adalah bagian dari strategi menyeluruh untuk memberikan energi baru dan meningkatkan efektivitas lembaga,” ungkap juru bicara CIA kepada Reuters.

Ketidakpastian Jumlah Pegawai yang Terkena Dampak

Meski demikian, hingga kini CIA belum memberikan rincian spesifik terkait jumlah pegawai yang ditargetkan dalam program pengunduran diri tersebut maupun besaran anggaran yang dialokasikan. Langkah ini mencerminkan kebijakan luas pemerintahan Trump yang berupaya mengurangi birokrasi federal, dengan mengganti pegawai sipil dengan figur-figur yang dianggap lebih sejalan dengan kebijakan Gedung Putih.

Pekan lalu, Gedung Putih bahkan menawarkan kesempatan bagi sekitar dua juta pegawai federal untuk mengundurkan diri dengan tetap menerima gaji dan tunjangan hingga akhir tahun fiskal, yakni 30 September. Program ini disebut-sebut sebagai bagian dari rencana ambisius Trump untuk memperkecil skala pemerintahan.

Penolakan dan Tantangan Hukum

Namun, kebijakan ini juga menuai perlawanan. Serikat pekerja yang mewakili pegawai federal AS telah mengajukan gugatan hukum untuk menentang kebijakan pesangon massal tersebut, dengan alasan bahwa langkah ini dapat melemahkan profesionalisme dan independensi birokrasi pemerintahan.

Peran John Ratcliffe dalam Transformasi CIA

Sementara itu, John Ratcliffe, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Intelijen Nasional di masa jabatan pertama Trump, baru dikonfirmasi oleh Senat AS sebagai Direktur CIA hanya beberapa hari setelah Trump memulai periode keduanya. Dengan latar belakang politik yang kuat, Ratcliffe diperkirakan akan membawa CIA ke arah yang lebih sesuai dengan agenda pemerintahan saat ini.

Dalam dinamika politik dan keamanan global yang terus berkembang, keputusan ini menjadi sorotan banyak pihak. Apakah langkah reformasi ini akan memperkuat atau justru melemahkan CIA sebagai badan intelijen terdepan dunia? Waktu yang akan menjawab.

https://newsindomedia-com-221852.hostingersite.com/pemerintah-amerika-tunda-kenaikan-tarif-impor-terhadap-kanada/
Advertisement
RELATED ARTICLES
- Advertisement -

Most Popular

- Advertisement -