Sunday, April 6, 2025
HomeInternasionalAmerika-KanadaSenator Demokrat: Kritik Rencana Aneksasi Gaza oleh Donald Trump

Senator Demokrat: Kritik Rencana Aneksasi Gaza oleh Donald Trump

Views: 0

Penolakan Keras dari Berbagai Pihak

Invasi ke Gaza akan menjadi mimpi buruk yang mengorbankan ribuan tentara AS. Ini bukan hanya tidak masuk akal, tapi juga berbahaya, Senator Partai Demokrat, Chris Murphy

Washington, D.C. – Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai rencananya untuk mengambil alih Jalur Gaza menuai kecaman luas, baik dari dalam negeri maupun komunitas internasional. Rencana tersebut dianggap berisiko memicu konflik berkepanjangan dan menimbulkan dampak besar bagi stabilitas Timur Tengah.

Senator dari Partai Demokrat, Chris Murphy, mengkritik keras gagasan Trump, dengan menyebutnya sebagai langkah yang dapat membawa bencana bagi pasukan Amerika Serikat. “Invasi ke Gaza akan menjadi mimpi buruk yang mengorbankan ribuan tentara dan berujung pada konflik panjang di kawasan. Ini bukan hanya tidak masuk akal, tapi juga berbahaya,” ujar Murphy pada Selasa (2/5/2025), dikutip dari The Guardian.

Kritik dari Tokoh Politik dan Akademisi

Senada dengan Murphy, perwakilan Demokrat Jake Auchincloss menyebut usulan tersebut sebagai tindakan yang ceroboh dan bermuatan kepentingan pribadi. Ia meminta publik untuk lebih kritis terhadap motif di balik kebijakan yang diajukan Trump. “Seperti biasa, Trump tidak pernah lepas dari unsur nepotisme dan kepentingan politik pribadinya,” katanya.

Dari perspektif akademis, Jon Alterman, Kepala Program Timur Tengah di Pusat Studi Strategis dan Internasional Washington, menyoroti sejarah panjang Gaza yang dihuni oleh warga Palestina yang terusir dari wilayah Israel. “Saya ragu banyak dari mereka yang akan rela meninggalkan Gaza, meskipun kondisi saat ini sangat sulit,” ungkapnya.

Sementara itu, Justin Amash, mantan anggota Kongres dari Partai Republik yang memiliki garis keturunan Palestina, merasa geram dengan rencana Trump. Ia menegaskan bahwa kebijakan semacam ini hanya akan menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik baru dan berpotensi melanggar hak asasi manusia. “Jika AS benar-benar mengerahkan pasukan untuk mengusir warga Muslim dan Kristen dari Gaza, maka negara ini akan terlibat dalam tindakan yang dapat dikategorikan sebagai pembersihan etnis. Ini adalah kebijakan yang tidak bisa diterima oleh siapa pun yang memiliki hati nurani,” tegas Amash.

Pernyataan Kontroversial Trump

Trump sebelumnya menyatakan bahwa Gaza harus ‘diratakan’ dan dibersihkan dari ancaman keamanan. Ia berargumen bahwa penduduknya harus direlokasi ke tempat yang lebih aman dan layak huni agar mereka bisa hidup dalam kedamaian.

“Amerika Serikat akan mengambil alih Gaza, memastikan area tersebut bebas dari bahaya, serta membersihkan sisa-sisa kehancuran untuk membangun kembali dengan cara yang lebih baik,” ujar Trump dalam pidatonya.

Dampak dan Reaksi Internasional

Pernyataan ini memicu gelombang reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk sekutu AS di Eropa dan negara-negara Timur Tengah. Banyak pihak menganggap bahwa pendekatan Trump bukan hanya bertentangan dengan hukum internasional, tetapi juga berpotensi meningkatkan ketegangan yang sudah ada di kawasan.

Sampai saat ini, belum ada indikasi bahwa rencana tersebut akan benar-benar dijalankan. Namun, kecaman dan peringatan dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa usulan ini akan menghadapi tantangan besar sebelum bisa diwujudkan.

Ad

RELATED ARTICLES

Ad

- Advertisment -

Most Popular