Sunday, April 6, 2025
HomeNewsNasionalMaroef Sjamsoeddin Pimpin MIND ID, Gabungkan Militer & Korporasi ke Tambang.

Maroef Sjamsoeddin Pimpin MIND ID, Gabungkan Militer & Korporasi ke Tambang.

Views: 0

Maroef Sjamsoeddin, mantan perwira tinggi TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan eks pejabat intelijen, resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama MIND ID, holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola sektor pertambangan. Ia menggantikan Hendi Prio Santoso dan akan memimpin lima perusahaan tambang besar, yaitu PT Antam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Bukit Asam Tbk, PT Inalum, dan PT Timah Tbk.

Penunjukan Maroef menarik perhatian publik, tidak hanya karena latar belakang militernya yang kuat, tetapi juga karena kiprahnya di dunia korporasi dan intelijen. Ia adalah adik dari Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertahanan Indonesia, yang menambah sorotan pada profilnya.

Profil Maroef Sjamsoeddin: Dari Militer ke Korporasi

Maroef adalah purnawirawan TNI AU dengan pangkat terakhir Marsekal Muda. Ia lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1980 dan berasal dari Korps Pasukan Khas (Paskhas). Selama bertugas di TNI AU, ia pernah menjabat sebagai Komandan Skuadron 465 Paskhas, yang kini dikenal sebagai Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat). Selain itu, Maroef juga pernah ditugaskan sebagai Atase Pertahanan Indonesia di Brasil.

Di bidang intelijen, Maroef memiliki rekam jejak yang mengesankan. Ia pernah menduduki posisi strategis di Badan Intelijen Negara (BIN), termasuk sebagai Direktur Kontra Separatis, Staf Ahli Pertahanan dan Keamanan (Hankam), serta Wakil Kepala BIN periode 2011-2014.

Setelah pensiun dari dunia militer dan intelijen, Maroef beralih ke sektor korporasi. Ia sempat menjabat sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) pada Januari 2015, menggantikan Rozik Boedioro Soetjipto. Meski hanya bertahan satu tahun, pengalamannya di Freeport memberinya wawasan mendalam tentang industri pertambangan.

Skandal “Papa Minta Saham” dan Rekam Jejak Kontroversial

Salah satu momen yang mengangkat nama Maroef ke permukaan adalah keterlibatannya dalam skandal “Papa Minta Saham”. Saat memimpin Freeport, ia merekam pertemuan dengan mantan Ketua DPR RI Setya Novanto dan pengusaha Riza Chalid di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, pada 8 Juni 2015. Dalam rekaman tersebut, Setya Novanto dan Riza Chalid disebut meminta jatah 20 persen saham Freeport serta 49 persen saham pembangkit listrik yang akan dibangun perusahaan di Papua.

Rekaman itu kemudian diserahkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat itu, Sudirman Said, yang melaporkan kasus ini ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI. Skandal ini menjadi salah satu kasus korupsi besar yang mengguncang dunia politik Indonesia.

Baca Juga : KPK Absen di Sidang Praperadilan Hasto Kristiyanto, karena masih Susun Materi

Tantangan Baru di MIND ID

Sebagai Direktur Utama MIND ID, Maroef akan menghadapi sejumlah tantangan besar. Ia harus memastikan kelima perusahaan tambang di bawah naungan MIND ID beroperasi secara efisien dan berkelanjutan, sambil menjaga kepentingan nasional di tengah persaingan global.

Latar belakang militernya yang kuat dan pengalaman di bidang intelijen diharapkan dapat membawa pendekatan disiplin dan strategis dalam mengelola perusahaan-perusahaan tambang tersebut. Selain itu, pengalamannya di Freeport juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam menghadapi kompleksitas industri pertambangan.

Ad

RELATED ARTICLES

Ad

- Advertisment -

Most Popular