Friday, April 4, 2025
HomeInternasionalTimur Tengah & AfrikaHamas Kecam NYT Karena Salah Menafsirkan Komentar Abu Marzouk tentang Gaza

Hamas Kecam NYT Karena Salah Menafsirkan Komentar Abu Marzouk tentang Gaza

Views: 0

Kelompok Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, secara tegas membantah laporan yang dimuat oleh The New York Times (NYT) mengenai pernyataan salah satu pejabat elitnya, Mousa Abu Marzouk. Menurut Hamas, laporan tersebut tidak akurat dan diambil di luar konteks. Hal ini disampaikan oleh juru bicara Hamas, Hazem Qassem, dalam keterangannya kepada media Al Mayadeen.

Qassem menegaskan bahwa pernyataan yang dikaitkan dengan Abu Marzouk tidak mewakili sikap resmi Hamas. Dia juga menekankan bahwa peristiwa 7 Oktober 2023 merupakan momen penting dalam perjuangan nasional Palestina. “Operasi 7 Oktober yang diberkati adalah bentuk perlawanan rakyat kami terhadap pengepungan, pendudukan, dan pemukiman ilegal Israel,” ujar Qassem, mengutip penjelasan Abu Marzouk.

Klaim Hamas: Israel Bertanggung Jawab atas Kejahatan Perang

Hamas juga menyoroti peran Israel dalam konflik yang terjadi di Jalur Gaza. Menurut mereka, Israel telah melakukan kejahatan perang dan genosida terhadap rakyat Palestina, yang melanggar hukum internasional dan mengejutkan dunia. “Pendudukan kriminal Israel bertanggung jawab atas semua penderitaan yang dialami rakyat Gaza,” tegas Qassem.

Dalam artikel yang diterbitkan pada Senin (24/2/2025), NYT melaporkan bahwa Abu Marzouk, anggota biro politik Hamas, diklaim tidak mendukung serangan 7 Oktober jika mengetahui dampak buruk yang akan terjadi di Gaza. Namun, Hamas membantah narasi tersebut dan menyatakan bahwa NYT tidak mengutip pernyataan Abu Marzouk secara langsung.

Transkrip Wawancara Jadi Bukti Klaim Hamas

Hamas mengklaim bahwa transkrip wawancara dengan Abu Marzouk menunjukkan bahwa dia tidak diberi tahu secara detail tentang rencana serangan 7 Oktober. Meski begitu, dia dan para pemimpin politik Hamas lainnya mendukung strategi organisasi untuk melawan Israel secara militer. “Kami tetap berkomitmen pada perjuangan melawan pendudukan ilegal Israel,” tegas Qassem.

Dampak Konflik: Ribuan Korban Berjatuhan

Sejak 7 Oktober 2023 hingga 19 Januari 2025, konflik di Gaza telah menimbulkan korban jiwa yang sangat besar. Menurut data yang dirilis, lebih dari 160.000 warga Palestina tewas, termasuk banyak wanita dan anak-anak. Selain itu, lebih dari 14.000 orang dilaporkan hilang. Angka-angka ini menggambarkan betapa dahsyatnya dampak konflik yang terjadi.

Baca Juga : Ben-Gvir ‘bangga’ atas perlakuan tidak manusiawi pada tahanan Palestina.

Respons Internasional dan Masa Depan Konflik

Laporan NYT dan klarifikasi dari Hamas kembali menyoroti kompleksitas konflik Israel-Palestina. Sementara Israel menyatakan bahwa serangan mereka ditujukan untuk melindungi warga negaranya dari ancaman Hamas, dunia internasional terus mempertanyakan proporsionalitas dan legalitas tindakan Israel di Gaza.

Di sisi lain, Hamas tetap bersikukuh bahwa perlawanan mereka adalah bentuk pembelaan terhadap hak-hak rakyat Palestina. “Kami tidak akan berhenti memperjuangkan kemerdekaan dan keadilan bagi rakyat kami,” tegas Qassem.

Ad

RELATED ARTICLES

Ad

- Advertisment -

Most Popular