Friday, April 4, 2025
HomeInternasionalTimur Tengah & AfrikaKrisis Kemanusiaan Gaza: Korban Tewas Capai 50.000, Israel Bantah Data Kementerian Kesehatan

Krisis Kemanusiaan Gaza: Korban Tewas Capai 50.000, Israel Bantah Data Kementerian Kesehatan

Views: 0

Gaza — Konflik Israel-Gaza terus memakan korban jiwa dalam skala mengkhawatirkan. Menurut laporan terbaru Kementerian Kesehatan Gaza (MoH), korban tewas sejak dimulainya serangan militer Israel pada Oktober 2023 telah mencapai 50.021 orang, atau sekitar 2,1% dari total populasi Gaza sebelum perang. Angka ini setara dengan 1 dari setiap 46 warga di wilayah yang sebelumnya dihuni 2,3 juta jiwa tersebut.

Data Korban dan Tantangan Verifikasi

MoH, yang dikelola Hamas, melaporkan 113.274 warga terluka dalam periode yang sama. Data ini meski kerap dipertanyakan Israel, diakui PBB dan lembaga internasional sebagai sumber yang kredibel. Namun, Israel secara konsisten menolak validitas angka tersebut, meski tidak memberikan data alternatif.

Keterbatasan akses bagi jurnalis internasional—termasuk dari BBC—untuk meliput langsung di Gaza membuat verifikasi independen hampir mustahil. The Lancet, jurnal medis ternama, bahkan mempublikasikan studi pada Januari lalu yang menyebut jumlah korban sebenarnya bisa 41% lebih tinggi dari laporan resmi MoH.

Korban Sipil Dominan, Anak-Anak dan Perempuan Paling Rentan

Laporan PBB pada November 2023 mengungkapkan bahwa 70% korban tewas yang terverifikasi dalam enam bulan pertama konflik adalah perempuan dan anak-anak. Hal ini menunjukkan dampak tidak proporsional terhadap warga sipil, terutama kelompok rentan.

Serangan Israel juga menyebabkan kehancuran infrastruktur masif, termasuk rumah sakit, sekolah, dan permukiman warga. Operasi militer terbaru yang dimulai Selasa lalu telah menambah 673 korban tewas, dengan 39 kematian tercatat dalam 24 jam terakhir.

Akar Konflik dan Respons Internasional

Konflik ini dipicu serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.200 orang (sebagian besar sipil) dan penculikan 251 sandera. Israel merespons dengan ofensif besar-besaran, tetapi eskalasi kekerasan justru memicu krisis kemanusiaan yang semakin parah.

Dunia internasional terus mendesak gencatan senjata, tetapi upaya diplomasi belum membuahkan hasil signifikan. Bantuan kemanusiaan juga terhambat blokade Israel, memperburuk kondisi kelaparan dan wabah penyakit di Gaza.

SourceBBC

Ad

RELATED ARTICLES

Ad

- Advertisment -

Most Popular