Dortmund, Julian Nagelsmann, pelatih timnas Jerman, mengajak publik untuk melupakan trauma kekalahan dari Italia di Piala Dunia 2006. Kini, Die Mannschaft punya misi baru: mengamankan tiket semifinal UEFA Nations League dengan mengalahkan Gli Azzurri di Signal Iduna Park, Dortmund, Senin (24/3) dini hari WIB.
Luka Lama di Signal Iduna Park
Stadion Signal Iduna Park menyimpan kenangan pahit bagi Jerman. Pada semifinal Piala Dunia 2006, Italia menghancurkan mimpi tuan rumah lewat dua gol Fabio Grosso dan Alessandro Del Piero di babak perpanjangan waktu. Kekalahan itu masih membekas, tapi Nagelsmann menegaskan, timnya tidak ingin terbelenggu masa lalu.
“Saya ingat 2006, dan saya masih kesal Jerman kalah. Tapi sekarang, fokus kami adalah menulis sejarah baru,” tegas Nagelsmann dalam konferensi pers, Sabtu (22/3).
Jerman Unggul Agregat, Tapi Tak Mau Bermain Aman
Jerman memegang keunggulan 2-1 setelah menang di leg pertama di markas Italia. Namun, Nagelsmann menegaskan bahwa timnya tidak akan bermain defensif.
“Kami tidak sekadar menjaga agregat. Target kami hanya satu: menang,” ujarnya.
Pelatih berusia 37 tahun itu juga menyebutkan bahwa penyerang Jonathan Burkardt kemungkinan absen karena sakit. Burkardt sempat menjadi starter di leg pertama, tetapi digantikan Tim Kleindienst yang langsung mencetak gol tiga menit setelah masuk.
Antisipasi Permainan Ketat ala Italia
Nagelsmann memperkirakan pertandingan nanti akan berlangsung sengit seperti leg pertama. Meski demikian, ia enggan membeberkan perubahan taktik yang disiapkan.
“Akan ada penyesuaian strategi, tapi saya tak akan bocorkan detailnya,” ucapnya sambil tersenyum.
Ia juga membantah kekhawatiran soal kecepatan pemain Italia. “Kami punya solusi untuk menghadapi mereka. Yang penting, kami harus menciptakan peluang sebanyak mungkin.”