Kairo, Pemerintah Mesir secara tegas membantah klaim dari pihak Israel yang menyatakan bahwa Mesir sedang mempersiapkan pemindahan sementara sekitar 500.000 warga Palestina dari Gaza ke wilayah Sinai Utara. Klaim tersebut disebut sebagai bagian dari rencana besar untuk rekonstruksi Gaza pasca konflik. Namun, Mesir menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan bertentangan dengan prinsip-prinsip yang selama ini dipegang oleh negara tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Dinas Informasi Negara Mesir pada Jumat (21/3/2025), Kairo menegaskan bahwa mereka konsisten menolak segala bentuk pemindahan warga Palestina, baik secara paksa maupun sukarela, khususnya ke wilayah Mesir. Pernyataan ini merupakan respons terhadap laporan media Israel, termasuk i24 News, yang menyebut adanya diskusi di dunia Arab mengenai rencana relokasi massal tersebut.
“Posisi Mesir dalam masalah ini sudah jelas sejak awal dan tidak akan berubah. Kami menolak segala upaya yang mengarah pada likuidasi perjuangan rakyat Palestina atau mengancam keamanan nasional kami,” tegas pernyataan tersebut.
Komitmen Mesir untuk Gaza dan Rakyat Palestina
Pemerintah Mesir juga menggarisbawahi komitmennya untuk mendukung kedaulatan dan hak-hak rakyat Palestina. Salah satu bukti konkretnya adalah rencana rekonstruksi Gaza yang diajukan Mesir dalam pertemuan darurat Liga Arab pada 4 Maret lalu. Rencana ini berfokus pada pembangunan kembali Gaza tanpa memindahkan penduduknya dari tanah air mereka.
“Fokus kami adalah memastikan rakyat Palestina tetap tinggal di tanah mereka sendiri. Solusi sementara atau permanen dengan memindahkan mereka bukanlah pilihan,” tambah pernyataan itu.
Rencana rekonstruksi Mesir ini mendapat dukungan penuh dari para pemimpin Arab yang hadir dalam pertemuan tersebut. Hal ini menunjukkan keseriusan Mesir dalam mendukung perdamaian dan stabilitas di Gaza tanpa mengorbankan hak-hak dasar rakyat Palestina.
Bantahan Terhadap Laporan Media Israel
Klaim yang dilontarkan media Israel tentang persiapan relokasi massal warga Palestina ke Sinai dinilai oleh Mesir sebagai informasi yang menyesatkan. Pemerintah Mesir menegaskan bahwa tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.
“Laporan ini hanya upaya untuk menyebarkan informasi yang salah dan mendistorsi posisi Mesir yang sudah jelas dan berprinsip,” tegas pernyataan resmi tersebut.
Mesir juga mengingatkan bahwa penyebaran informasi yang tidak akurat hanya akan memperkeruh situasi dan menghambat upaya perdamaian di kawasan.