Perjalanan Team Liquid Dota 2 di musim ini terus memanas. Setelah mengalahkan Team Falcons dengan skor 2-0 di final upper bracket PGL Wallachia Season 3, mereka kini melangkah ke grand final dengan penuh percaya diri. Kemenangan ini menegaskan kembali dominasi mereka sebagai salah satu tim terkuat di kancah Dota 2 profesional, sekaligus membuktikan bahwa mereka siap meraih gelar juara lagi.
Game 1: Liquid Menunjukkan Kekuatan Mid-Game
Game pertama menjadi bukti kesiapan Liquid. Dengan draft Sven, Dark Seer, dan Invoker, mereka berhasil menguasai mid-game dengan gemilang. Michael “miCKe” Vu, yang memainkan Sven, tampil luar biasa dengan mencetak 13 kill dan hanya mati sekali dalam 37 menit permainan. Performa miCKe menjadi kunci kemenangan Liquid, yang berhasil menekan Falcons sejak menit-menit awal.
Game 2: Drama dan Keajaiban Night Stalker
Game kedua jauh lebih menegangkan. Liquid mengalami kesulitan di fase laning, dengan Falcons mendominasi permainan awal dan membangun keunggulan net worth hingga 8.000 di menit ke-23. Banyak yang mengira Liquid akan kalah dan harus melanjutkan pertarungan ke game 3. Namun, Jonáš “SabeRLight-” Volek membuktikan bahwa tim ini tidak pernah menyerah.
Dengan memainkan Night Stalker, SabeRLight- menjadi pahlawan bagi Liquid. Meski statistik kill/death-nya terlihat buruk (4-13), kontribusinya dalam menciptakan ruang dan mengganggu strategi Falcons tidak bisa dianggap remeh. Night Stalker-nya menjadi momok bagi Falcons, dan Liquid berhasil membalikkan keadaan untuk memenangkan game kedua.
Peluang Liquid di Grand Final
Dengan kemenangan ini, Liquid tidak hanya mengamankan tempat di grand final, tetapi juga menjamin hadiah uang minimal $175.000. Namun, bagi tim yang pernah menjadi juara bertahan The International ini, uang bukanlah motivasi utama. Mereka datang untuk memenangkan gelar dan membuktikan bahwa mereka masih menjadi salah satu tim terbaik di dunia.
Meski begitu, tantangan masih menanti. Liquid harus menghadapi tim tangguh lainnya di grand final, dan mereka perlu memastikan performa konsisten. Kekalahan dari PARIVISION di ESL One Bangkok masih menjadi pelajaran berharga bagi mereka. Namun, dengan adaptasi yang baik terhadap patch baru 7.38b dan momentum positif dari kemenangan atas Falcons, peluang Liquid untuk meraih gelar di PGL Wallachia Season 3 terlihat semakin cerah.
Salah satu sorotan utama dari kemenangan Liquid adalah performa SabeRLight-. Pemain ini telah melalui banyak tantangan dan kekecewaan dalam kariernya, tetapi ia terus membuktikan dedikasinya. Dengan kontribusi besar di game 2, SabeRLight- layak mendapatkan apresiasi lebih. Bagi Liquid, momentum ini bisa menjadi kunci untuk membawa pulang gelar juara.