Friday, April 4, 2025
HomeHealth & FitnessAnak dan Remaja dengan Diabetes Tetap Bisa Berpuasa dengan Aman, Ini Panduannya!

Anak dan Remaja dengan Diabetes Tetap Bisa Berpuasa dengan Aman, Ini Panduannya!

Views: 0

Bulan suci Ramadhan adalah momen yang dinantikan oleh umat Muslim, termasuk anak-anak dan remaja. Namun, bagi mereka yang hidup dengan diabetes, menjalankan ibadah puasa bisa menjadi tantangan tersendiri. Menjaga kestabilan kadar gula darah selama berpuasa memerlukan perhatian khusus agar kesehatan tetap terjaga. Lantas, bagaimana cara aman berpuasa bagi anak dan remaja dengan diabetes?

Menurut dr. Harjoedi Adji Tjahjono, dokter spesialis anak konsultan endokrinologi, ada lima langkah penting yang bisa diterapkan untuk memastikan puasa berjalan lancar tanpa mengorbankan kesehatan. Berikut ulasannya:

1. Penyesuaian Dosis Insulin

Meski sedang berpuasa, pemberian insulin tetap tidak boleh diabaikan. Namun, dosis dan jadwal pemberian insulin perlu disesuaikan agar kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan regimen yang tepat sesuai kondisi anak.

2. Pola Makan Seimbang Saat Sahur dan Berbuka

Pola makan yang tepat menjadi kunci utama bagi anak dan remaja dengan diabetes yang ingin berpuasa. Saat berbuka, hindari makanan tinggi karbohidrat sederhana seperti gula atau makanan manis yang bisa memicu lonjakan gula darah secara tiba-tiba. Sebaliknya, saat sahur, pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal agar energi bertahan lebih lama.

“Pastikan juga anak minum cukup air untuk mencegah dehidrasi selama berpuasa,” jelas dr. Harjoedi dalam diskusi media yang digelar oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

3. Rutin Memantau Kadar Gula Darah

Pemantauan kadar gula darah secara rutin sangat penting dilakukan. Jika kadar gula darah turun di bawah 70 mg/dL atau naik di atas 300 mg/dL (atau 250 mg/dL dengan keton positif), puasa harus segera dibatalkan untuk menghindari risiko komplikasi serius seperti hipoglikemia atau ketoasidosis.

4. Tetap Aktif, tapi Hindari Olahraga Berat

Aktivitas fisik tetap bisa dilakukan seperti biasa, namun hindari olahraga berat yang berpotensi menurunkan kadar gula darah secara drastis. Pilih aktivitas ringan seperti jalan santai atau peregangan untuk menjaga kebugaran tubuh.

5. Edukasi untuk Orang Tua dan Anak

Edukasi menjadi faktor penting dalam mendukung anak dan remaja dengan diabetes yang ingin berpuasa. Orang tua dan anak perlu memahami tanda-tanda bahaya seperti lemas, pusing, atau pandangan kabur, serta cara menangani kondisi darurat.

“Pemantauan gula darah di rumah harus dilakukan secara rutin, dan rencana puasa harus disusun secara individual sesuai kondisi anak,” tegas dr. Harjoedi.

Rekomendasi untuk Orang Tua

Orang tua disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan anaknya berpuasa. Dengan persiapan yang matang dan pemantauan yang ketat, anak dan remaja dengan diabetes tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman.

Ad

RELATED ARTICLES

Ad

- Advertisment -

Most Popular