Provinsi Hududusy Syamaliyah di Kerajaan Arab Saudi sedang mengalami suhu dingin yang luar biasa ekstrem. Fenomena langka ini bahkan menyebabkan air mancur hias di kota Rafha membeku, berubah menjadi es. Kejadian ini terjadi pada Selasa pagi (27/2/2025), ketika suhu di wilayah tersebut turun hingga di bawah nol derajat Celsius.
Fotografer Sultan Al Shammari, yang berhasil mengabadikan momen tersebut pukul 08.00 pagi, mengungkapkan bahwa gelombang dingin ini telah mencapai puncaknya. “Ini adalah suhu terdingin yang pernah saya alami dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya kepada media lokal Sabq. Suhu tercatat mencapai minus 2 derajat Celsius, menyebabkan air di area terbuka membeku dan embun beku menyelimuti pepohonan serta ruang terbuka hijau.
Peringatan dari Pusat Meteorologi Nasional
Sebelumnya, Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi telah memperingatkan warga tentang cuaca dingin ekstrem yang akan melanda wilayah utara, tengah, dan timur laut negara itu. Peringatan ini berlaku mulai Sabtu pekan lalu. Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA), suhu di Turaif, sebuah kota di perbatasan utara, bahkan turun hingga minus 4 derajat Celsius pada hari Selasa. Akibatnya, permukaan air di kolam dan cekungan membeku, dan lapisan salju pun terlihat menutupi permukaan tanah.
Turaif, yang dikenal dengan musim dinginnya yang keras, sering kali menjadi lokasi yang paling terdampak oleh udara dingin yang berasal dari massa udara kutub Eropa. Fenomena ini tidak hanya menyebabkan embun beku, tetapi juga salju yang menutupi wilayah tersebut.
Gelombang Dingin Terkuat Musim Ini
Hussein Al Qahtani, juru bicara NCM, menyatakan bahwa gelombang dingin yang terjadi saat ini adalah yang terkuat sepanjang musim ini. “Gelombang dingin ini diperkirakan akan berlangsung hingga Kamis (27/2),” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa Jumat (28/2) akan menjadi hari terakhir musim dingin secara meteorologis.
Al Qahtani menekankan bahwa gelombang dingin ini telah menurunkan suhu secara signifikan di berbagai wilayah. “Beberapa daerah bahkan mencatat suhu terendah hingga minus 5 derajat Celsius,” ujarnya dalam wawancara dengan televisi Al Ekhbariya. Wilayah utara, menurutnya, adalah area yang paling terdampak oleh fenomena ini.
Dampak pada Kehidupan Sehari-hari
Cuaca ekstrem ini tentu membawa dampak bagi kehidupan sehari-hari warga. Aktivitas di luar ruangan menjadi terhambat, dan warga diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi jalan yang licin akibat es dan salju. Pemerintah setempat juga telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat mempersiapkan diri dengan pakaian hangat dan menghindari bepergian kecuali dalam keadaan darurat.
Meskipun Arab Saudi lebih dikenal dengan iklim gurunnya yang panas, fenomena cuaca ekstrem seperti ini menunjukkan bahwa perubahan iklim global mungkin telah memengaruhi pola cuaca di berbagai belahan dunia, termasuk di Timur Tengah.
Akhir Musim Dingin yang Dingin
Dengan Jumat sebagai hari terakhir musim dingin secara meteorologis, warga berharap cuaca akan segera membaik. Namun, gelombang dingin ini telah menjadi pengingat bahwa alam selalu bisa menyajikan kejutan, bahkan di tempat yang paling tidak terduga seperti Arab Saudi.