Friday, April 4, 2025
HomeInternasionalTimur Tengah & AfrikaJabarin: Kemenangan Besar Atas Moral dan Perlawanan yang Tak Terhentikan

Jabarin: Kemenangan Besar Atas Moral dan Perlawanan yang Tak Terhentikan

Views: 0

Kairo, 27 Februari 2025 – Zahir Jabarin, Ketua Hamas di Tepi Barat sekaligus Kepala Biro Syuhada, Tawanan, dan Terluka, menyampaikan pidato penuh semangat dalam acara penyambutan para tahanan Palestina yang baru saja dibebaskan. Acara ini merupakan bagian dari Kesepakatan Thufan Al-Ahrar, yang disebut Jabarin sebagai “kemenangan besar” bagi persatuan rakyat Palestina dan kekuatan perlawanan mereka.

“Hamas adalah gerakan perlawanan untuk kebebasan. Hari ini adalah hari yang layak dirayakan sebagai hari nasional Palestina. Para pejuang dari Brigade Al-Qassam, Abu Ali Mustafa, Syuhada Al-Aqsa, dan Saraya Al-Quds telah kembali ke pangkuan keluarga mereka,” ujar Jabarin dengan penuh kebanggaan.

Pembebasan ini terjadi meskipun ada ancaman berulang dari Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang disebut-sebut akan mengeksekusi para tahanan. Namun, Jabarin menegaskan bahwa keteguhan rakyat Gaza dan perlawanan yang gigih telah membawa mereka kembali ke rumah. “Mereka kini bebas, berkat perjuangan dan pengorbanan rakyat Palestina,” tegasnya.

Pengorbanan yang Tak Terlupakan

Jabarin juga menyempatkan diri mengenang para syuhada yang telah gugur dalam perjuangan membela Palestina. Nama-nama seperti Abu Al-Abd Haniyah, Saleh Al-Arouri, Yahya Sinwar, Marwan Issa, dan Muhammad Al-Daif, komandan tertinggi Brigade Izzuddin Al-Qassam, disebutnya sebagai pahlawan yang telah mengorbankan nyawa demi kemerdekaan tanah air.

“Kebebasan yang kita raih hari ini tidak datang dengan mudah. Rumah-rumah, masjid, dan bahkan pepohonan milik rakyat Palestina telah dihancurkan. Namun, semua pengorbanan ini adalah harga yang pantas untuk kebebasan, martabat, dan keberanian kita,” kata Jabarin dengan suara penuh keyakinan.

Harapan untuk Masa Depan

Di akhir pidatonya, Jabarin berdoa agar pembebasan tahanan berikutnya dapat terjadi di Masjid Al-Aqsa, yang ia sebut sebagai simbol suci yang harus dibersihkan dari “penjajah fasis.” Ia juga menekankan bahwa kemenangan perlawanan Palestina tidak hanya terjadi di medan perang, tetapi juga dalam pertempuran moral.

“Kami telah menyaksikan penderitaan para tahanan, setiap pukulan dan penghinaan yang mereka alami. Dunia harus tahu bahwa kami tidak akan melupakan kejahatan ini. Para pelaku kejahatan ini akan kami bawa ke pengadilan,” tegas Jabarin dengan nada tegas.

Refleksi atas Perjuangan yang Berlanjut

Pembebasan tahanan ini menjadi bukti nyata bahwa perlawanan rakyat Palestina tetap kuat dan tak tergoyahkan. Meskipun menghadapi tekanan dan ancaman, semangat mereka untuk meraih kebebasan dan keadilan terus berkobar.

Bagi banyak orang, momen ini bukan sekadar pembebasan fisik, tetapi juga simbol harapan dan kekuatan moral yang menginspirasi. Seperti kata Jabarin, “Perjuangan kita adalah perjuangan untuk kebebasan, martabat, dan hak asasi manusia. Dan kita tidak akan pernah menyerah.”

Dengan langkah pasti, rakyat Palestina terus bergerak maju, membawa pesan kepada dunia bahwa perlawanan mereka adalah perlawanan yang sah, dan kemenangan mereka adalah kemenangan bagi kemanusiaan.

Ad

RELATED ARTICLES

Ad

- Advertisment -

Most Popular