Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) secara tegas mengecam serangan militer Israel terhadap Suriah, yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Dalam pernyataan resminya, Sekretaris Jenderal GCC Jasem Albudaiwi menyoroti serangan udara Israel yang menargetkan lokasi militer, kendaraan, dan gudang amunisi di Suriah.
Serangan ini tidak hanya berhenti di udara. Saluran 14 Israel melaporkan bahwa pasukan darat Israel juga telah memasuki zona penyangga di Suriah selatan, menghancurkan depot senjata dalam operasi gabungan udara dan darat. Langkah ini semakin memperuncing ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Israel Perluas Pendudukan, GCC Desak Intervensi Global
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengumumkan bahwa pasukannya akan tetap berada di zona penyangga Suriah selatan untuk jangka panjang, dengan tujuan mengubah wilayah tersebut menjadi zona demiliterisasi. Kebijakan ini menuai kecaman keras dari GCC.
Albudaiwi menegaskan bahwa tindakan Israel merupakan pelanggaran mencolok terhadap perjanjian internasional, termasuk Perjanjian Pelepasan tahun 1974. “Serangan ini tidak hanya mengancam kedaulatan Suriah, tetapi juga stabilitas dan keamanan regional,” ujarnya.
GCC mendesak masyarakat internasional untuk mengambil tindakan tegas guna menghentikan agresi Israel. “Ini bukan hanya masalah regional, tetapi juga ancaman terhadap keamanan global,” tambah Albudaiwi.
Latar Belakang Ketegangan di Suriah
Ketegangan antara Israel dan Suriah telah memanas sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024. Setelah kekuasaan Partai Baath berakhir, Israel memperluas pendudukannya di Dataran Tinggi Golan, wilayah Suriah yang telah diduduki sejak 1967.
Israel juga mengintensifkan serangan udara terhadap posisi militer Suriah di berbagai wilayah. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk memperkuat pengaruhnya di kawasan, sekaligus memanfaatkan kekosongan kekuasaan pasca-rezim Assad.
Reaksi Internasional
Serangan Israel ini tidak hanya mendapat kecaman dari GCC, tetapi juga dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sejumlah negara Arab. PBB menegaskan bahwa pendudukan Israel di Dataran Tinggi Golan melanggar resolusi Dewan Keamanan yang relevan.
GCC, dalam Pertemuan Menteri Luar Biasa ke-46, juga menyerukan penarikan penuh Israel dari semua wilayah Suriah yang diduduki. “Kami menuntut Israel mematuhi hukum internasional dan menghentikan segala bentuk agresi,” tegas Albudaiwi.
Masa Depan Suriah dan Peran Internasional
Dengan situasi yang semakin rumit, masa depan Suriah masih belum jelas. GCC menekankan pentingnya peran aktif komunitas internasional dalam mengawal proses perdamaian dan stabilitas di kawasan.
“Kami berharap negara-negara besar dan organisasi internasional dapat mengambil langkah konkret untuk menghentikan pelanggaran ini. Tanpa intervensi yang tegas, ketidakstabilan di Suriah dan sekitarnya akan terus berlanjut,” kata Albudaiwi.
Serangan Israel terhadap Suriah bukan hanya masalah bilateral antara dua negara, tetapi juga menjadi ujian bagi komunitas internasional dalam menjaga perdamaian dan keamanan global. GCC, sebagai salah satu organisasi regional terkemuka, telah menyuarakan keprihatinannya dan mendesak tindakan segera.