Meksiko City, Meksiko – Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyampaikan keyakinannya bahwa pemerintahannya mampu menghadapi berbagai ancaman yang dilontarkan oleh Presiden AS, Donald Trump. Ancaman tersebut mencakup rencana deportasi massal, kenaikan tarif perdagangan, hingga kemungkinan intervensi militer AS terhadap kartel narkoba di Meksiko. Pernyataan ini disampaikan Sheinbaum dalam konferensi pers pada Rabu (19 Februari 2025), seperti dilaporkan oleh Mexico News Daily.
Sheinbaum menegaskan bahwa dirinya tidak gentar menghadapi retorika Trump. Dia mengklaim memiliki dukungan kuat dari rakyat Meksiko, yang memberinya keyakinan untuk menghadapi tantangan tersebut. “Saya mendapat dukungan dari rakyat. Ketika seseorang memiliki kepastian dan keyakinan, serta memahami prinsip yang dipegang, tidak ada alasan untuk merasa takut,” ujarnya dengan tegas.
Presiden Meksiko itu juga menyoroti adanya dialog berkelanjutan antara kedua negara, yang menurutnya telah membantu meredakan ketegangan terkait proposal-proposal kontroversial Trump. Sheinbaum menekankan bahwa hubungan bilateral antara Meksiko dan AS tetap terjalin dengan baik, meskipun ada perbedaan pendapat dalam beberapa isu sensitif.
Komentar Sheinbaum ini muncul sebagai respons terhadap pernyataan Trump yang baru-baru ini mencap kartel narkoba Meksiko sebagai organisasi teroris. Trump juga mengkritik keras pemerintah Meksiko atas kebijakan imigrasi yang dinilainya terlalu longgar. AS sendiri telah secara resmi menetapkan beberapa kelompok kriminal, seperti Tren de Aragua, MS-13, Kartel Sinaloa, dan Kartel Generasi Baru Jalisco, sebagai organisasi teroris asing. Penetapan ini diumumkan oleh Departemen Luar Negeri AS pada hari yang sama.
Selain itu, Sheinbaum membahas operasi pesawat nirawak (drone) AS yang terbang di wilayah udara Meksiko untuk memantau aktivitas kartel narkoba dan mencari laboratorium fentanil. Menurutnya, operasi tersebut bukanlah tindakan ilegal, melainkan bagian dari kerja sama yang telah terjalin lama antara kedua negara. “Tidak ada yang ilegal dalam hal ini. Ini adalah kolaborasi dan kerja sama yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Ini bukan sesuatu yang baru,” jelasnya.
Sheinbaum tampak berusaha menyeimbangkan antara menjaga kedaulatan Meksiko dan mempertahankan hubungan baik dengan AS. Dia menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus bekerja sama dengan AS dalam memerangi kartel narkoba, tetapi dengan tetap menghormati hukum dan kedaulatan Meksiko.
Respons Sheinbaum ini mendapat perhatian luas, terutama di tengah meningkatnya ketegangan antara Meksiko dan AS terkait isu keamanan dan imigrasi. Banyak pengamat politik menilai bahwa sikap tegas Sheinbaum mencerminkan kepercayaan dirinya sebagai pemimpin, sekaligus upaya untuk mempertahankan stabilitas nasional di tengah tekanan dari negara tetangga.
Sementara itu, rakyat Meksiko tampak terbelah dalam menyikapi ancaman dari Trump. Sebagian mendukung sikap tegas Sheinbaum, sementara yang lain khawatir akan dampak ekonomi dan politik jika hubungan dengan AS memburuk. Kedua negara, yang memiliki hubungan perdagangan dan keamanan yang erat, diharapkan dapat menemukan titik temu untuk menghindari eskalasi konflik yang lebih lanjut.
[…] Presiden Meksiko “Tidak Takut” Dengan Ancaman Trump […]