Friday, April 4, 2025
HomeInternasionalAsia PasificMahatir, "Menjijikkan" Kecam Dukungan AS dan Eropa Kepada Israel

Mahatir, “Menjijikkan” Kecam Dukungan AS dan Eropa Kepada Israel

Views: 0

Kuala Lumpur, Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, tidak ragu menyuarakan kritik pedasnya terhadap dukungan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa kepada Israel. Dalam pernyataan yang dibagikan melalui platform X pada Jumat (14/2), politisi berusia 99 tahun itu menyebut tindakan kedua kekuatan global tersebut sebagai “menjijikkan” dan “tidak beradab.”

Kritik Pedas terhadap AS dan Uni Eropa

Mahathir, yang dikenal vokal dalam isu-isu global, menyatakan bahwa AS dan sekutu-sekutunya di Eropa telah mendukung apa yang ia sebut sebagai “genosida” oleh Israel di Jalur Gaza. “Amerika, yang ingin menjadi hebat lagi, justru membantu dan mendukung pembunuhan massal oleh Israel. Begitu pula sekutu-sekutunya di Eropa. Ini adalah perilaku orang-orang biadab, bukan orang-orang beradab,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan finansial dan militer yang diberikan kepada Israel bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh negara-negara yang mengklaim diri sebagai peradaban modern. “Kita tidak bisa mengklaim diri beradab jika kita mengabaikan semua nilai moral tinggi yang kita kaitkan dengan peradaban modern,” tulis Mahathir.

Situasi di Gaza: Tragedi Kemanusiaan

Mahathir menyoroti tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza sejak konflik memanas pada 7 Oktober 2023. Menurutnya, lebih dari 48.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah tewas akibat serangan Israel. Gaza, kata dia, kini menjadi wilayah yang hancur berantakan. “Kita melihat puluhan ribu orang terbunuh, mati kelaparan, tidak diberi pasokan air dan obat-obatan. Rumah sakit, sekolah, dan kamp pengungsi dibom dan dihujani roket,” ujarnya.

Meskipun gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan telah berlaku sejak 19 Januari 2025, Mahathir menilai bahwa kerusakan yang telah terjadi tidak bisa diabaikan. “Peradaban telah gagal,” tegasnya.

Dukungan Global dan Kecaman Internasional

Konflik di Gaza telah memicu kecaman global, dengan banyak negara dan organisasi internasional menyerukan penghentian kekerasan. Mahkamah Internasional (ICJ) dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) bahkan telah membuka penyelidikan terhadap Israel dan pejabat tingginya terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Namun, Mahathir menilai bahwa dukungan AS dan Uni Eropa kepada Israel telah memperburuk situasi. “Pembunuhan massal yang dilakukan oleh Israel didukung secara finansial dan dengan senjata oleh para pendukung hak asasi manusia, kesucian hidup manusia, dan kebencian terhadap kekejaman. Ini ironis,” katanya.

Pesan untuk Dunia

Dalam pernyataannya, Mahathir mengajak dunia untuk merenungkan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi. “Kita tidak bisa diam melihat ketidakadilan ini. Jika kita membiarkan ini terjadi, maka kita semua telah gagal sebagai manusia yang beradab,” ujarnya.

Pernyataan Mahathir ini kembali mengingatkan dunia akan pentingnya solidaritas global dalam menghadapi ketidakadilan. Sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di Asia Tenggara, suaranya tidak hanya mewakili rakyat Malaysia, tetapi juga menggema di seluruh dunia.

Ad

RELATED ARTICLES

Ad

- Advertisment -

Most Popular