Tiga pria Israel yang disandera Hamas sejak Oktober 2023 telah dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan dengan 369 tahanan Palestina. Israel memandang para tahanan yang dibebaskan sebagai teroris, sementara warga Palestina sering melihat mereka sebagai pejuang kemerdekaan yang menentang pendudukan militer Israel selama puluhan tahun.
Gencatan Senjata Rapuh Tetap Dipertahankan
Pertukaran ini merupakan indikasi terbaru bahwa gencatan senjata yang rapuh, yang ditandatangani antara kedua belah pihak bulan lalu, masih dipertahankan. Gencatan senjata ini hampir runtuh pada awal minggu ini setelah Hamas menunda pembebasan sandera dengan alasan Israel tidak mematuhi perjanjian, termasuk tidak mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan seperti tempat penampungan, pasokan medis, bahan bakar, dan peralatan berat ke Gaza. Di sisi lain, Israel mengancam akan melanjutkan pertempuran jika sandera tidak dibebaskan.
Profil Sandera Israel yang Dibebaskan
Tiga warga Israel yang dibebaskan adalah:
- Iair Horn, 46 tahun, diculik bersama saudaranya, Eitan, yang masih ditahan Hamas.
- Sagui Dekel Chen, 36 tahun.
- Alexander (Sasha) Troufanov, 29 tahun.
Ketiganya memiliki kewarganegaraan ganda, menambah kompleksitas dinamika hubungan internasional dalam konflik ini.
Profil Tahanan Palestina yang Dibebaskan
Di antara tahanan Palestina yang dibebaskan, Ahmed Barghouti, 48 tahun, adalah salah satu nama paling terkenal. Ia merupakan pembantu dekat Marwan Barghouti, tokoh politik dan militan Palestina yang ikonik. Sebanyak 36 tahanan Palestina yang dibebaskan sebelumnya dijatuhi hukuman seumur hidup karena terlibat dalam serangan mematikan terhadap warga Israel. Dari jumlah tersebut, 12 diizinkan kembali ke Tepi Barat dan Yerusalem Timur, sementara 24 lainnya diasingkan sesuai dengan kesepakatan.
Statistik Pertukaran Tahanan
Sejak gencatan senjata dimulai pada 19 Januari, kedua pihak telah melakukan enam kali pertukaran. Hingga saat ini, 24 sandera Israel dan lebih dari 1.000 tahanan Palestina telah dibebaskan. Namun, masih ada sekitar 73 sandera Israel yang tersisa, sebagian besar adalah laki-laki, termasuk tentara. Sekitar setengah dari mereka diyakini telah tewas.
Masa Depan Gencatan Senjata dan Tantangan ke Depan
Perang dapat berlanjut jika tidak ada kesepakatan yang dicapai pada fase kedua gencatan senjata, yang menyerukan:
- Pengembalian semua sandera yang tersisa yang ditangkap dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
- Perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu.
Situasi ini tetap rentan, dan ketegangan antara kedua pihak masih tinggi. Kesepakatan yang lebih kompleks dan berkelanjutan diperlukan untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
[…] 3 Warga Israel yang disandera, telah dibebaskan dengan imbalan 369 tahanan Palestina. […]