Kolaborasi Militer Pyongyang-Moskow Semakin Erat
Korea Utara diperkirakan akan memperkuat kekuatan militernya dengan memulai produksi drone canggih pada tahun ini. Menurut laporan terbaru, proyek ini kemungkinan besar melibatkan kolaborasi teknologi dengan Rusia, yang disebut telah mentransfer teknologi drone dan rudal ke Pyongyang. Langkah ini memicu kekhawatiran baru di kancah geopolitik internasional, terutama terkait ketegangan di Semenanjung Korea dan konflik yang masih berlangsung di Ukraina.
Transfer Teknologi sebagai Imbalan Bantuan Militer
Institut Study of War (ISW), sebuah lembaga kajian strategis berbasis di Washington, mengungkapkan bahwa Rusia mungkin telah memberikan teknologi militer mutakhir kepada Korea Utara sebagai bagian dari kesepakatan bilateral. Sebagai imbalannya, tentara Korea Utara dilaporkan telah dikerahkan ke wilayah Kursk untuk membantu upaya perang Rusia melawan Ukraina.
Uji Coba Senjata di Medan Perang Ukraina
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa rudal balistik Korea Utara yang ditembakkan oleh Rusia sejak akhir 2024 menunjukkan peningkatan akurasi yang signifikan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa Korea Utara tengah menguji coba teknologi militer mereka di medan perang Ukraina. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, turut menegaskan bahwa Rusia telah menyalurkan teknologi modern kepada Korea Utara, termasuk teknologi drone, yang semakin memperkuat hubungan militer kedua negara.
Kekhawatiran Nuklir di Tengah Hubungan Rusia-Korea Utara
Namun, meskipun Rusia telah berbagi teknologi militer dengan Korea Utara, media Jepang NHK melaporkan bahwa Moskow masih enggan mendukung penuh pengembangan senjata nuklir Pyongyang. Sumber NHK menyebutkan bahwa Kremlin khawatir uji coba nuklir Korea Utara dapat memperburuk hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat dan China.
Dugaan Pengiriman Senjata ke Rusia
Di sisi lain, Korea Utara juga diduga aktif memasok senjata kepada Rusia untuk mendukung operasinya di Ukraina. Pada Oktober lalu, pemerintah Korea Selatan mengklaim bahwa Korea Utara telah mengirim sekitar 7.000 kontainer berisi senjata ke Rusia dalam dua bulan sebelumnya. Secara keseluruhan, jumlah kontainer yang dikirim sejak awal kerja sama militer ini disebut telah mencapai 20.000 unit.
Dampak terhadap Keamanan Global
Situasi ini terus berkembang, dengan berbagai negara memantau secara ketat dinamika kerja sama militer antara Moskow dan Pyongyang. Analis memperingatkan bahwa aliansi ini dapat berdampak besar pada keamanan global, terutama jika kolaborasi militer mereka semakin erat di masa mendatang.