Friday, April 4, 2025
HomeInternasionalAmerika-KanadaTrump Ancam Tambah Tarif Baru Jika Rusia Tak Akhiri Perang di Ukraina

Trump Ancam Tambah Tarif Baru Jika Rusia Tak Akhiri Perang di Ukraina

Views: 0

Amerika, (Newsindomedia) — Presiden AS, Donald Trump, kembali mencuri perhatian dengan pernyataannya terkait konflik di Ukraina. Dalam unggahan di media sosialnya yang dilansir Reuters pada Kamis (23/1/2025), Trump menegaskan rencana untuk menambah tarif, pajak, dan sanksi terhadap Rusia jika Presiden Vladimir Putin tidak mengambil langkah serius untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun.

“Jika kita tidak membuat ‘kesepakatan’, dan segera, saya tidak punya pilihan lain selain mengenakan pajak, tarif, dan sanksi tingkat tinggi pada apa pun yang dijual Rusia ke Amerika Serikat, dan juga ke berbagai negara lainnya,” kata Trump. Meski demikian, ia tidak menyebut secara spesifik negara-negara peserta yang dimaksud.

Tekanan Trump untuk Kesepakatan Cepat
Trump, yang telah berulang kali berjanji selama kampanye bahwa dirinya dapat mencapai kesepakatan antara Ukraina dan Rusia “pada hari pertama” masa jabatannya, kini menunjukkan pendekatan yang lebih keras. Namun, para pembantu Trump mengakui bahwa mengakhiri perang di Ukraina bukanlah hal yang sederhana, dan proses perundingan bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan lebih lama.

Sanksi tambahan ini, jika diterapkan, akan menjadi lanjutan dari langkah-langkah berat yang sebelumnya diberlakukan oleh pemerintahan Joe Biden. Sanksi tersebut telah menghantam berbagai sektor utama Rusia, termasuk perbankan, energi, dan teknologi, sebagai respons terhadap invasi Moskow ke Ukraina sejak Februari 2022.

Pandangan Rusia Soal “Kesepakatan” Trump
Dalam wawancara dengan Reuters, perwakilan Rusia Dmitry Polyanskiy menanggapi pernyataan Trump dengan skeptis. Ia menyebut bahwa persoalan konflik Ukraina tidak dapat diselesaikan hanya dengan “mengakhiri perang.” Menurutnya, solusi harus berakar pada penyelesaian isu-isu mendasar yang memicu krisis ini sejak awal.

Langkah Ekonomi Terbaru AS
Sementara itu, Departemen Keuangan AS terus memperketat tekanan terhadap pendapatan energi Rusia. Awal bulan ini, mereka menjatuhkan sanksi terberat terhadap produsen minyak dan gas, termasuk Gazprom Neft dan Surgutneftegas, serta 183 kapal yang terlibat dalam armada pengangkutan energi Rusia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk membatasi perdagangan energi Rusia di pasar global.

Pernyataan terbaru dari Trump ini menunjukkan pendekatan keras yang ia usung dalam isu geopolitik, khususnya terkait Ukraina dan Rusia. Namun, apakah ancaman tarif dan sanksi tersebut cukup efektif untuk mendorong kesepakatan damai, masih menjadi tanda tanya besar.

Ad

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

Comments are closed.

Ad

- Advertisment -

Most Popular